Kalam

الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع

Kalimat dalam bahasa Arab disebut kalam (الكلام) atau jumlah mufidah (الجملة المفيدة), yaitu susunan beberapa kata yang memberikan makna sempurna.

وأقسامه ثلاثة: اسم، وفعل، وحرف جاء لمعنى

Dalam ilmu nahwu, kalam terbagi menjadi tiga jenis:

  • Isim (اسم) → kata benda atau kata yang menunjukkan makna tanpa terikat waktu.
  • Fi‘il (فعل) → kata kerja yang menunjukkan suatu perbuatan dan berkaitan dengan waktu.
  • Harf (حرف) → bunyi yang maknanya tidak tampak jika berdiri sendiri.

Beberapa unsur yang tersusun ini dan memberikan makna sempurna disebut kalam atau jumlah mufidah.

Pembagian

Dalam bahasa Arab, jumlah dibagi menjadi dua jenis utama berdasarkan kata yang mengawali kalimat tersebut.

Jumlah Ismiyyah (الجملة الاسمية)

Jumlah ismiyyah adalah kalimat yang dimulai dengan isim.

Jumlah ismiyyah memiliki dua unsur utama yang disebut rukun jumlah ismiyyah, yaitu:

  • Mubtada’ (مبتدأ) → kata yang menjadi pokok pembicaraan dalam kalimat.
  • Khabar (خبر) → informasi atau penjelasan tentang mubtada’.

Selain dua unsur utama tersebut, jumlah ismiyyah dapat disertai unsur tambahan untuk melengkapi makna kalimat, seperti:

  • Jar majrur (kata depan dan isim sesudahnya)
  • Zharaf (keterangan waktu atau tempat)
  • Hal (keterangan keadaan)
  • Tamyiz (penjelas makna)
  • atau unsur lain yang berfungsi sebagai khabar.

Contoh Kalimat

زَيْدٌ ذَاهِبٌ إِلَى السُّوقِ
Artinya: Zaid sedang pergi ke pasar.

Struktur Kalimat

  • زَيْدٌ → mubtada’
  • ذَاهِبٌ → khabar
  • إِلَى السُّوقِ → jar majrur sebagai keterangan tempat (opsional)

Jumlah Fi‘liyyah (الجملة الفعلية)

Jumlah fi‘liyyah adalah kalimat yang dimulai dengan fi‘il.

Unsur utama dalam jumlah fi‘liyyah adalah:

  • Fi‘il (فعل) → kata kerja.
  • Fa‘il (فاعل) → pelaku dari pekerjaan tersebut.

Selain dua unsur utama tersebut, jumlah fi‘liyyah dapat disertai unsur tambahan, seperti:

  • Maf‘ul bih → objek yang dikenai pekerjaan.
  • Jar majrur → keterangan dengan huruf jar.
  • Zharaf → keterangan waktu atau tempat.
  • atau unsur lain untuk melengkapi makna.

Contoh Kalimat

ذَهَبَ زَيْدٌ إِلَى السُّوقِ
Artinya: Zaid telah pergi ke pasar.

Struktur Kalimat

  • ذَهَبَ → fi‘il māḍī
  • زَيْدٌ → fa‘il
  • إِلَى السُّوقِ → jar majrur sebagai keterangan tempat (opsional)

Keterangan Tambahan

Jar majrur adalah gabungan antara huruf jar dan isim yang mengikutinya. Jar majrur tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat, tetapi harus terkait dengan kata lain dalam kalimat (ta‘alluq).

Biasanya jar majrur berfungsi sebagai keterangan tempat, arah, atau keadaan dalam kalimat.