Huruf Hijaiah

Mengenal Huruf Hijaiah

Apa itu huruf hijaiah? Secara etimologi (bahasa), kata hijaiah berasal dari bahasa Arab (الهِجَاءُ) yang berarti ejaan. Sedangkan secara istilah, huruf hijaiah adalah abjad atau aksara Arab yang membentuk kata dalam bahasa Arab, dimulai dari huruf Alif (ا) hingga huruf Ya (ي).

Pengucapan huruf hijaiah memiliki karakteristik dan tempat keluar suara (مَخَارِجُ الْحُرُوفِ) yang spesifik. Oleh karena itu, kita harus cermat dan berhati-hati dalam membacanya. Kesalahan kecil dalam pengucapan huruf—seperti tertukarnya huruf ح (Ha kecil) dengan هـ (Ha besar), atau ث (Tsa) dengan س (Sin)—dapat mengubah arti atau merusak makna kalimat secara keseluruhan.

Daftar Huruf Hijaiah

Berikut adalah urutan standar 30 huruf hijaiah tunggal beserta penulisan aksara Arabnya:

ا – ب – ت – ث – ج – ح – خ – د – ذ – ر – ز – س – ش – ص – ض – ط – ظ – ع – غ – ف – ق – ك – ل – م – ن – هـ – و – لا – ء – ي

Penggunaan Harakat pada Huruf Hijaiah

Agar huruf hijaiah dapat dibaca menjadi bunyi vokal, huruf-huruf tersebut dibantu oleh tanda baca yang disebut harakat, seperti fathah (bunyi 'a'), kasrah (bunyi 'i'), dan dhammah (bunyi 'u').

Catatan Penting: Perbedaan Alif dan Hamzah

Huruf Alif (ا) sejatinya adalah huruf madd (panjang) yang bersifat sukun/mati dan tidak bisa menerima harakat. Apabila huruf Alif diberi tanda harakat (fathah, kasrah, atau dhammah), secara hukum tata bahasa Arab statusnya berubah menjadi Hamzah (أ / إ).

Contoh perubahan bunyi saat diberi harakat:

  • Fathah ( َ ): Menghasilkan bunyi vokal 'A' (Contoh: أَ = A)
  • Kasrah ( ِ ): Menghasilkan bunyi vokal 'I' (Contoh: إِ = I)
  • Dhammah ( ُ ): Menghasilkan bunyi vokal 'U' (Contoh: أُ = U)

Makhraj Huruf

Adapun makhraj huruf, yaitu tempat keluar bunyi pada pengucapan huruf Arab.

Daftar Makhraj Huruf Hijaiah

Makhraj huruf (مَخَارِجُ الْحُرُوفِ) adalah tempat keluarnya bunyi huruf hijaiah saat diucapkan. Secara umum, tempat keluar huruf terbagi menjadi 5 area utama: Rongga Mulut/Tenggorokan (Al-Jauf), Tenggorokan (Al-Halq), Lidah (Al-Lisan), Dua Bibir (Asy-Syafatain), dan Rongga Hidung (Al-Khaisyum).

1. Alif (ا) & Hamzah (ء)

Alif (ا) [Mad/Sukun]: Rongga Mulut dan Tenggorokan (Al-Jauf), yaitu hembusan udara bebas tanpa hambatan.
Hamzah (ء) [Berharakat]: Pangkal Tenggorokan (Aqshal Halq), yaitu area tenggorokan bagian bawah yang paling dekat dengan dada.

2. Ba (ب)

Dua Bibir (Asy-Syafatain), yaitu dengan mengatupkan/merapatkan bibir atas dan bibir bawah secara rapat.

3. Ta (ت)

Ujung Lidah menempel pada Pangkal Gigi Seri Atas (Nith'iyyah).

4. Tsa (ث)

Ujung Lidah keluar sedikit menempel pada Ujung Gigi Seri Atas (Litsawiyyah).

5. Jim (ج)

Tengah Lidah menempel pada Langit-Langit Keras bagian atas (Syajariyyah).

6. Ha (ح)

Tengah Tenggorokan (Wasatul Halq).

7. Kha (خ)

Ujung Tenggorokan (Adnal Halq), yaitu area tenggorokan bagian atas yang paling dekat dengan mulut.

8. Dal (د)

Ujung Lidah menempel pada Pangkal Gigi Seri Atas (Nith'iyyah).

9. Dzal (ذ)

Ujung Lidah keluar sedikit menempel pada Ujung Gigi Seri Atas (Litsawiyyah).

10. Ra (ر)

Ujung Punggung Lidah menempel pada Gusi Gigi Seri Atas, sedikit lebih dalam dibanding huruf Nun (Zhaliqiyyah).

11. Zai (ز)

Ujung Lidah hampir sejajar/mendekati belakang Gigi Seri Bawah (Asaliyyah).

12. Sin (س)

Ujung Lidah hampir sejajar/mendekati belakang Gigi Seri Bawah (Asaliyyah).

13. Syin (ش)

Tengah Lidah diangkat ke arah Langit-Langit Keras bagian atas (Syajariyyah) disertai hembusan angin.

14. Shod (ص)

Ujung Lidah sejajar/mendekati belakang Gigi Seri Bawah dengan pangkal lidah terangkat (Asaliyyah / Isti'la').

15. Dhod (ض)

Tepi/Sisi Lidah (kiri, kanan, atau keduanya) ditekan ke arah Gigi Geraham Atas (Janbiya).

16. Tho (ط)

Ujung Lidah menempel pada Pangkal Gigi Seri Atas dengan pangkal lidah diangkat tebal (Nith'iyyah).

17. Zho (ظ)

Ujung Lidah keluar sedikit menempel pada Ujung Gigi Seri Atas dengan suara tebal (Litsawiyyah).

18. 'Ain (ع)

Tengah Tenggorokan (Wasatul Halq).

19. Ghoin (غ)

Ujung Tenggorokan (Adnal Halq), dekat dengan rongga mulut.

20. Fa (ف)

Ujung Gigi Seri Atas menempel pada Bagian Dalam Bibir Bawah (Bathan Asy-Syafah).

21. Qof (ق)

Pangkal Lidah bagian paling belakang menempel pada Langit-Langit Lunak di dekat anak tekak (Lahawiyyah).

22. Kaf (ك)

Pangkal Lidah ditekan ke Langit-Langit Keras, posisinya sedikit lebih ke depan dibanding makhraj Qof.

23. Lam (ل)

Tepi Ujung Lidah menempel pada Gusi Gigi Seri Atas sampai ke gigi taring (Zhaliqiyyah).

24. Mim (م)

Dua Bibir (Asy-Syafatain) dirapatkan secara lembut disertai dengung dari Rongga Hidung (Al-Khaisyum).

25. Nun (ن)

Ujung Lidah menempel pada Gusi Gigi Seri Atas disertai dengung dari Rongga Hidung (Al-Khaisyum).

26. Wawu (و)

Dua Bibir (Asy-Syafatain) dimonyongkan/dibulatkan ke depan dengan sedikit celah udara.

27. Ha (هـ)

Pangkal Tenggorokan (Aqshal Halq), area paling dalam mendekati dada.

28. Lam-Alif (لا)

Gabungan dua makhraj: diawali dari Makhraj Lam (Gusi Atas) lalu disambung ke Makhraj Alif (Rongga Mulut/Al-Jauf).

29. Ya (ي)

Tengah Lidah diangkat ke arah Langit-Langit Keras bagian atas tanpa menempel rapat (Syajariyyah).