I‘rab dalam ilmu nahwu terbagi menjadi empat:
Pada materi pembelajaran kali ini, kita akan mempelajari terkait berubahnya pengucapan suatu kata di dalam kalam. Perubahan pengucapan suatu kata bisa disebabkan kemasukan amil maupun posisi dalam struktur kalam.
Rumus
ุงูู ุนุฑุจ ูุงูู ุจูู
Bait 19:
- ููุนู ุงู ุฑ ูู ุถู ุจููุง ۞ ูุงุนุฑุจูุง ู ุถุงุฑุนุง ุงู ุนุฑูุง
- Sementara fi‘il amr dan madii dihukumi bina/mabni ۞ dan mereka (ulama nahwu) meng-i‘rabkan mudarii jika terbebas...
- ู ู ููู ุชูููุฏ ู ุจุงุดุฑ ูู ู ۞ ููู ุฅูุงุซ ููุฑุนู ู ู ูุชูู
- ...dari nun tawkid dan dari... ۞ nun perempuan seperti 'yaru‘na min futin'.
Bait 21:
- ููู ุญุฑู ู ุณุชุญู ููุจูุง ۞ ูุงูุงุตู ูู ุงูู ุจูู ุฃู ูุณููุง
- Dan setiap huruf layak berhukum bina/mabni ۞ dan asal di dalam mabni sesungguhnya itu disukunkan.
- ูู ูู ุฐู ูุชุญ ูุฐู ูุณุฑ ูุถู ۞ ูุฃูู ุงู ุณ ุญูุซ ูุงูุณุงูู ูู
- Dan di antara mabni ada yang fathah, kasrah, dan dhammah; ۞ seperti ‘aina’, ‘amsi’, dan ‘haitsu’ dan yang sukun ‘kam’.